
Straight NewsYOGYAKARTA (7/11) - Pertunjukan wayang yang berjudul Ramayana kemarin malam digelar di Purawisata, Yogyakarta. Pertunjukan yang berdurasi sekitar 3 jam ini banyak dihadiri wisatawan asing dari mancanegara.
Aga Mandala Nosya (153070355)

Straight News

Sebanyak 19 kelompok seniman memeriahkan karnaval pembukaan Festival Malioboro 2009, Jumat (6/11) di sepanjang Jalan Malioboro. Ada parade prajurit Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, lengkap dengan senjata dan iringan musik tradisional. Ada pula sejumlah kesenian tradisional lokal seperti kuda lumping, jatilan, dan wayang angguk.
Festival ini dibuka oleh Wakil Gubernur DIY Pakualam IX dan akan berakhir Minggu (8/11). Sejumlah acara menarik telah disiapkan antara lain, festival makanan di Benteng Vredeburg, open house Gedung Agung, dan panggung Merah Putih.
Ketua Panitia, Drs. Wahyudi mengatakan tujuan kegiatan ini secara perlahan untuk menghidupkan kembali Malioboro sebagai kawasan pedestrian."Melalui karnaval ini kita coba hidupkan kembali Malioboro sebagai kawasan pejalan kaki yang nyaman. Selain itu, kami juga berharap bisa menjadi ikon pariwisata internasional tak hanya nusantara",ungkapnya.
Sebagai pusat perhatian wisatawan yang datang ke
Para pengunjung mengaku senang dan terhibur dengan Festival Malioboro. Mereka berharap agenda budaya seperti ini lebih sering ditampilkan di kawasan tersohor di Yogyakarta itu. Acara yang baru pertama kali digelar ini rencananya akan selalu rutin digelar setiap tahun.
Kartiko Wulantomo (153070313)
A tribute to the jogja jogja city anniversary , “JOGJA JAVA CARNIVAL” takes viewers to seeing all of cultural beauty jogja. Thousands of carnival participants consisted of 25 groups, from pleton inti, prajurit bergada, the foreign student community, artists from Iran and Korea to barongsai arts groups, began to move from Park Parking Abu Bakar Ali, and ends at the Alun Alun Utara.
JOGJA 17/10 (Floopynews) – Sebagai Penghormatan kepada Ulang Tahun Kota Jogja, Jogja Java Carnival mengajak penonton untuk menikmati segala keindahan budaya Jogja. Ribuan peserta karnaval yang terdiri dari 25 grup, dari pleton inti, prajurit bergada, komunitas mahasiswa asing, seniman dari Korea dan Iran, sampai komunitas barongsai, bergerak dari Lapangan Parkir Abubakar Ali dan berakhir di Alun Alun Utara.
Sepanjang jalan ribuan warga masyarakat berdesak-desakan di belakang barikade petugas keamanan agar bisa mendapatkan tempat paling strategis untuk menyaksikan beragam pertunjukan kesenian dalam karnaval tersebut. Janji panitia untuk menutup Jalan Malioboro hingga Alun-alun Utara, dan memasang barikade petugas di sekitar titik nol kilometer dekat kantor Pos Besar pada pukul 18.00 WIB tidak terlaksana. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan terlihat semrawut karena banyak kendaraan yang terjebak di kawasan itu.
Agus, salah satu pengunjung yang datang bersama keluarganya mengatakan bahwa Jogja Java Carnaval bisa menjadi salah satu daya tarik wisata jika dikelola dengan baik dan dia berharap jika event ini rutin diadakan selama 1 tahun sekali.
Sebagai penutupan, peserta karnaval menampilkan atraksinya di hadapan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto, Wakil Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, dan sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta yang hadir dengan mengenakan “surjan” (pakaian adat jawa untuk pria) maupun kebaya untuk wanita. (BERTHA)
Komunitas klub motor ini kerap nongkrong pada malam Kamis dan malam Minggu di depan Gedung Agung Jogja. klub ini sangat terbuka bagi masyarakat umum, bagi yang ingin bergabung maupun bagi yang hanya inigin berbagi informasi. "Jika ingin mengobrol tentang motor pitung atau saling tukar informasi dengan para anggota bisa datang berkumpul di depan gedung Agung tiap malam Minggu di sini," ujar Rifky salah seorang anggota JPC yang seorang mahasiswa.
Kartiko Wulantomo (153070313)